Jumat, 03 Desember 2010

komunikasi interpersonal tatap muka dengan komunikasi bermedia

Di era modern saat ini, manusia tidak dapat lepas dari teknologi yang juga mengikuti perkembangan zaman. Kecanggihan teknologi saat ini juga turut menjadi salah satu media pendukung setiap orang dalam berkomunikasi. Dapat dilihat, kecanggihan teknologi komunikasi seperti berbagai fitur – fitur dalam computer, dan ponsel.  Dahulu, sebelum adanya kecanggihan teknologi seperti ini. Orang – orang menggunakan media alternative dalam mengirimkan pesan. Sebut saja menggunakan media surat untuk berkomunikasi dengan kerabat keluarga. Media surat saat itu sangat popular, bahkan orang –orang pun berlomba untuk mengirimkan surat sebanyak – banyaknya di kantor pos. Tetapi, pada kenyataanya media surat ini tidak sepopuler dulu. Masyarakat mulai satu per satu meninggalkan media surat ini. Media surat saat ini pun hanya digunakan di kalangan instansi perusahaan saja.
Adapun cara kita berkomunikasi dengan melakukan dua cara yakni : komunikasi secara tatap muka, dan komunikasi bermedia. Komunikasi tatap muka dilakukan untuk mengetahui efek perubahan tingkah laku dari komunikannya. Komunikasi tatap muka memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Keuntungan menggunakan komunikasi interpersonal tatap muka adalah kita dapat melihat respon balik atau umpan balik komunikan saat melakukan proses interaksi. Jika umpan balik yang diberikan bersifat positif, maka kita pesan kita dapat diterima dengan baik oleh komunikasn. Sebaliknya bila respon bersifat negative, maka kita sebagai komunikator harus memperbaiki cara  penyampaian pesan yang dimaksud.
Ada perbedaan yang mendasar antara komunikasi bermedia dan komunikasi tatap muka. Komunikasi bermedia itu efisien, tapi kurang efektif. Sebaliknya, komunikasi bertatap muka itu kurang efisien, tapi efektif. Bila kita membutuhkan kecepatan (atau pun keluasan) penyampaian informasi, maka komunikasi bermedia merupakan pilihan yang lebih tepat. Namun bila kita memerlukan kedalaman (atau keakuratan) isi informasi, maka komunikasi tatapmukalah yang lebih tepat.
Tatap muka menjadi lebih efektif sebab, pesan nonverbal (di balik kata-kata) lebih tampak jelas dalam komunikasi tatap muka. Hanya dengan pengamatan terhadap pesan nonverbal dalam komunikasi tatapmuka itulah kita bisa tahu si dia luar-dalam. Karenanya, supaya lebih tahu baik-buruknya si dia, komunikasi tatap-muka itu mutlak diperlukan. Memang, komunikasi tatap muka itu kurang efisien. Seringkali dibutuhkan pengorbanan untuk melakukannya.
Kelemahan dari komunikasi tatap muka adalah ketidak efektifan waktu. Komunikator dan komunikan harus bertemu dalam melakukan proses komunikasi dan menghabiskan waktu bersama di sebuah tempat. Memang, sebenarnya komunikasi tatap muka dapat menjadi lebih efektif bila melakukan hal melobby yang biasa dilakukan oleh para pimpinan perusahaan dengan pimpinan perusahaan lainnya.
Dari beberapa penjelasan mengenai komunikasi interpersonal tatap muka dapat dilihat bahwa, komunikasi dengan tatap muka memiliki keuntungan yakni kita sebagai komunitor dapat melihat respon balik dari komunikan, tetapi komunikator juga harus memiliki waktu untuk melakukan pertemuan. Komunikasi interpersonal bermedia. Media saat ini merupakan alat bantu komunikasi yang sangat efektif. Alat  komunikasi yang dapat digunakan seperti computer, bahkan computer portable (laptop, i-pad), ponsel, kini ada ponsel pintar. Bila ingin mengirimkan surat dapat melalui surat elektrik atau dikenal sebagai e-mail. Berbagai alat komunikasi canggih tersebut, kini lebih sering digunakan oleh khalayak, karena dapat menghemat, waktu, dan biaya.
Komunikasi bermedia (public media and mass media) pada umumnya banyak digunakan untuk komunikasi informative, karena tidak begitu ampuh untuk mengubah tingkah laku. Lebih-lebih media massa. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa kurang sekali keampuhannya dalam mengubah tingkah laku komunikan. Walaupun demikian, tetap ada untung ruginya. Kelemahan komunikasi bermedia ialah tidak persuasive, sebaliknya kekuatannya dapat mencapai komunikan dalam jumlah yang besar. Komunikasi tatap muka kekuatannya ialah dalam hal mengubah tingkah laku komunikan, tetapi kelemahannya ialah bahwa komunikan yang dapat diubah tingkah lakunya itu relatif hanya sedikit saja, sejauh bisa berdialog dengannya (Onong Uchajana Effendy, 2003:301-303).
Berkomunikasi menggunakan media menjadi kurang efektif,  contohnya saja bila mengirimkan sebuah pesan melalui e-mail. Bahasa yang digunakan pun kurang baik, seperti menggunakan bahasa untuk menulis SMS. Waktu menerima pesan pun menjadi lebih cepat. Masyarakat zaman sekarang lebih menyenangi semua hal yang berbau instan, baik dari makanan sampai cara berkomunikasi. Menganggap menggunakan media tradisional seperti surat, hanya menghabiskan waktu. Anak muda saat ini pun sering berkomunikasi dengan temannya dengan menggunakan pesan chatting.
Bahkan sering kita dengar kasus penculikan  yag berawal dari sebuah situs jejaring sosial seperti facebook, kemudian berlanjut pada chatting di situs jejaring sosial tersebut, hanya dengan melihat foto, para korban situs ini pun langsung tertarik, sebelum membuat janji untuk bertemu di suatu tempat. Fenomena tersebut sedang marak – maraknya terjadi di lingkungan anak sekolahan seperti SMP, dan SMA. Menurut pengamatan, anak muda saat ini pun merasa lebih nyaaman apabila berkomunikasi lewat dunia virtual dibandingkan harus bertemu langsung. Ada berbagai alasan hal ini terjadi ,yakni anak tersebut merasa kurang percaya diri bila langsung bertemu dengan teman di lingkup sekitarnya, dan juga anak tersebut memang merasa percaya diri bila berkenalan melalui dunia internet sebagai pengantara.
Sebagai contoh kasus, ada seorang murid SMPN 28, Bandung yang hilang setelah pulang sekolah karena diculik. Penculiknya pun tak tanggung – tanggung adalah seorang teman kenalannya dari situs jejaring sosial facebook. Sebutlah namanya bunga (13 tahun). Bunga yang saat pulang berjalan keluar dari sekolahnya dijemput oleh seorang laki – laki yang datang menggunakan mobil kijang LGX. Lelaki tersebut bernama Deni dan mengaku sebagai teman bunga di facebook. Karena bunga merasa foto yang ada di dalam facebook dan yang sebenarnya sangat berbeda, maka bunga memutuskan untuk turun dari mobil tersebut. Bunga pun diancam, bila berani turun dari mobil, Deni akan menghentikan mobilnya di Jurang. Karena takut, Bunga tidak jadi untuk turun., Deni membawa bunga ke sebuah daerah di Subang, Jawa Barat selam 3hari. Bunga pun baru menyadari bahwa Deni hanya seorang supir pengantara sayur – sayuran, dan mobil yang digunakan untuk menjemput Bunga hanyalah mobil sewaan dari temannya Deni. Bunga pun akhirnya dijemput oleh seorang intel polisi Jawa barat dan mengajak Bunga untuk pulang. Akhirnya Bunga pun kembali kepada kedua orang Tuanya, sedangkan Deni dipenjara selama 15 Tahun karena kasus penculikan.
Dari contoh berita diatas, dapat dilihat dari segi komunikasi interpersonal, seseorang merasa percaya diri bila berkenalan melalui dunia virtual sajam komunikasi tatap muka dirasa sebagai cara berkomunikasi kedua setelah menggunakan komunikasi bermedia. Jadi intinya, berkomunikasi secara tatap muka  dan berkomunikasi dengan media, kedua – duanya efektif, hanya yang membedakannya adalah medianya saja yang digunakan.


            DISUSUN OLEH : ELLISABETH DEVI RENAYAN (090903925)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar