Dari beberapa penjelasan mengenai komunikasi interpersonal tatap muka dapat dilihat bahwa, komunikasi dengan tatap muka memiliki keuntungan yakni kita sebagai komunitor dapat melihat respon balik dari komunikan, tetapi komunikator juga harus memiliki waktu untuk melakukan pertemuan. Komunikasi interpersonal bermedia. Media saat ini merupakan alat bantu komunikasi yang sangat efektif. Alat komunikasi yang dapat digunakan seperti computer, bahkan computer portable (laptop, i-pad), ponsel, kini ada ponsel pintar. Bila ingin mengirimkan surat dapat melalui surat elektrik atau dikenal sebagai e-mail. Berbagai alat komunikasi canggih tersebut, kini lebih sering digunakan oleh khalayak, karena dapat menghemat, waktu, dan biaya.
Komunikasi bermedia (public media and mass media) pada umumnya banyak digunakan untuk komunikasi informative, karena tidak begitu ampuh untuk mengubah tingkah laku. Lebih-lebih media massa. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa kurang sekali keampuhannya dalam mengubah tingkah laku komunikan. Walaupun demikian, tetap ada untung ruginya. Kelemahan komunikasi bermedia ialah tidak persuasive, sebaliknya kekuatannya dapat mencapai komunikan dalam jumlah yang besar. Komunikasi tatap muka kekuatannya ialah dalam hal mengubah tingkah laku komunikan, tetapi kelemahannya ialah bahwa komunikan yang dapat diubah tingkah lakunya itu relatif hanya sedikit saja, sejauh bisa berdialog dengannya (Onong Uchajana Effendy, 2003:301-303).
Berkomunikasi menggunakan media menjadi kurang efektif, contohnya saja bila mengirimkan sebuah pesan melalui e-mail. Bahasa yang digunakan pun kurang baik, seperti menggunakan bahasa untuk menulis SMS. Waktu menerima pesan pun menjadi lebih cepat. Masyarakat zaman sekarang lebih menyenangi semua hal yang berbau instan, baik dari makanan sampai cara berkomunikasi. Menganggap menggunakan media tradisional seperti surat, hanya menghabiskan waktu. Anak muda saat ini pun sering berkomunikasi dengan temannya dengan menggunakan pesan chatting.
Bahkan sering kita dengar kasus penculikan yag berawal dari sebuah situs jejaring sosial seperti facebook, kemudian berlanjut pada chatting di situs jejaring sosial tersebut, hanya dengan melihat foto, para korban situs ini pun langsung tertarik, sebelum membuat janji untuk bertemu di suatu tempat. Fenomena tersebut sedang marak – maraknya terjadi di lingkungan anak sekolahan seperti SMP, dan SMA. Menurut pengamatan, anak muda saat ini pun merasa lebih nyaaman apabila berkomunikasi lewat dunia virtual dibandingkan harus bertemu langsung. Ada berbagai alasan hal ini terjadi ,yakni anak tersebut merasa kurang percaya diri bila langsung bertemu dengan teman di lingkup sekitarnya, dan juga anak tersebut memang merasa percaya diri bila berkenalan melalui dunia internet sebagai pengantara.
Sebagai contoh kasus, ada seorang murid SMPN 28, Bandung yang hilang setelah pulang sekolah karena diculik. Penculiknya pun tak tanggung – tanggung adalah seorang teman kenalannya dari situs jejaring sosial facebook. Sebutlah namanya bunga (13 tahun). Bunga yang saat pulang berjalan keluar dari sekolahnya dijemput oleh seorang laki – laki yang datang menggunakan mobil kijang LGX. Lelaki tersebut bernama Deni dan mengaku sebagai teman bunga di facebook. Karena bunga merasa foto yang ada di dalam facebook dan yang sebenarnya sangat berbeda, maka bunga memutuskan untuk turun dari mobil tersebut. Bunga pun diancam, bila berani turun dari mobil, Deni akan menghentikan mobilnya di Jurang. Karena takut, Bunga tidak jadi untuk turun., Deni membawa bunga ke sebuah daerah di Subang, Jawa Barat selam 3hari. Bunga pun baru menyadari bahwa Deni hanya seorang supir pengantara sayur – sayuran, dan mobil yang digunakan untuk menjemput Bunga hanyalah mobil sewaan dari temannya Deni. Bunga pun akhirnya dijemput oleh seorang intel polisi Jawa barat dan mengajak Bunga untuk pulang. Akhirnya Bunga pun kembali kepada kedua orang Tuanya, sedangkan Deni dipenjara selama 15 Tahun karena kasus penculikan.
Dari contoh berita diatas, dapat dilihat dari segi komunikasi interpersonal, seseorang merasa percaya diri bila berkenalan melalui dunia virtual sajam komunikasi tatap muka dirasa sebagai cara berkomunikasi kedua setelah menggunakan komunikasi bermedia. Jadi intinya, berkomunikasi secara tatap muka dan berkomunikasi dengan media, kedua – duanya efektif, hanya yang membedakannya adalah medianya saja yang digunakan.
DISUSUN OLEH : ELLISABETH DEVI RENAYAN (090903925)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar