Minggu, 28 November 2010

KOMUNIKASI NON VERBAL MAHASISWA FISIP UAJY

PENGGUNAAN  KOMUNIKASI NON VERBAL  MAHASISWA/I FISIP UAJY
            Komunikasi merupakan salah satu komponen terpenting dalam kehidupan manusia. Baik kehidupan di dalam masyarakat maupun kehidupan antar masing – masing individu. Komunikasi antar pribadi pun harus berjalan dengan seimbang dan hubungan tetap terjaga dengan baik. Komunikasi interpersonal tidak hanya dilakukan oleh seorang pimpinan yang sedang melobby seorang rekanan untuk kepentingan perusahaan saja. Tetapi komunikasi interpersonal juga dapat dilakukan oleh seorang mahasiswa dengan dosennya. Kepentingan tersebut pun bermacam-macam, dari kepentingan untuk masalah perkuliahan sampai kepentingan untuk menyampaikan sebuah permasalahan hidup ( sharring ).
Komunikasi interpersonal pun lekat hubungannya dengan komunikasi verbal dan non verbal. Adapun pengertian dari komunikasi non-verbal yakni komunikasi yang menggunakan pesan-pesan nonverbal. Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Sedangkan komunikasi verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal (Deddy Mulyana, 2005). Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan dipahami suatu komunitas. Dalam hal ini, perlu dipahami terlebih dahulu apa saja klasifikasi dalam komunikasi non verbal .
Jalaludin Rakhmat (1994) mengelompokkan pesan-pesan nonverbal sebagai berikut:
1.      Pesan kinesik. Pesan nonverbal yang menggunakan gerakan tubuh yang berarti, terdiri dari tiga komponen utama: pesan fasial, pesan gestural, dan pesan postural.
a.      Pesan fasial menggunakan air muka untuk menyampaikan makna tertentu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat menyampaikan paling sedikit sepuluh kelompok makna: kebagiaan, rasa terkejut, ketakutan, kemarahan, kesedihan, kemuakan, pengecaman, minat, ketakjuban, dan tekad.
b.      Pesan gestural menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan tangan untuk mengkomunikasi berbagai makna.
c.       Pesan postural berkenaan dengan keseluruhan anggota badan, makna yang dapat disampaikan adalah: Immediacy yaitu ungkapan kesukaan dan ketidak sukaan terhadap individu yang lain. Postur yang condong ke arah yang diajak bicara menunjukkan kesukaan dan penilaian positif. Power mengungkapkan status yang tinggi pada diri komunikator. Anda dapat membayangkan postur orang yang tinggi hati di depan anda, dan postur orang yang merendah. Responsiveness, individu dapat bereaksi secara emosional pada lingkungan secara positif dan negatif. Bila postur anda tidak berubah, anda mengungkapkan sikap yang tidak responsif.

2.      Pesan proksemik disampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. Umumnya dengan mengatur jarak kita mengungkapkan keakraban kita dengan orang lain.

3.      Pesan artifaktual diungkapkan melalui penampilan tubuh, pakaian, dan kosmetik. Walaupun bentuk tubuh relatif menetap, orang sering berperilaku dalam hubungan dengan orang lain sesuai dengan persepsinya tentang tubuhnya (body image). Erat kaitannya dengan tubuh ialah upaya kita membentuk citra tubuh dengan pakaian, dan kosmetik.


4.      Pesan paralinguistik adalah pesan nonverbal yang berhubungan dengan dengan cara mengucapkan pesan verbal. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan secara berbeda. Pesan ini oleh Dedy Mulyana (2005) disebutnya sebagai parabahasa.

Dari beberapa bentuk dan pengertian komunikasi non verbal diatas, objek penelitian yang dilakukan adalah mahasiswa/i FISIP UAJY. Melakukan pengamatan atas komunikasi non verbal yang kebanyakan dilakukan oleh mahasiswa/i FISIP UAJY adalah pesan artifaktual. Pesan artifaktual diungkapkan melalui penampilan tubuh, pakaian, dan kosmetik. Walaupun bentuk tubuh relatif menetap, orang sering berperilaku dalam hubungan dengan orang lain sesuai dengan persepsinya tentang tubuhnya (body image). Erat kaitannya dengan tubuh ialah upaya kita membentuk citra tubuh dengan pakaian, dan kosmetik.
Pesan artifaktual dipilih karena, kebanyakan warga FISIP UAJY adalah wanita, dan sebagian besar mahasiswi di fisip saat datang ke kampus 60% bergaya stylish,dan mode yang up to date. Mahasiswa berstatus ekonomi menengah keatas sesuai dengan gaya berpakaiannya yang stylish. Sedangkan mahasiswi yang berstatus ekonomi menengah atau standar, sesuai dengan gayanya yang berpakaian biasa saja. Di fisip pula dapat terlihat bahwa untuk masalah pertemanan terjadi sebuah “gap” atau kesenjangan antar individunya. Mahasiswa kelas ekonomi menengah keatas ,pasti berteman dengan mahasiswa yang status ekonominya juga menengah keatas.  
Sebagian besar mahasiswa dan mahasiswi fisip lebih mementingkan cara penampilannya agar terlihat berbeda dengan orang lain dan menjadi seorang trendsentter diantara mahasiswa lainnya. Dari pakaian bermerek terkenal seperti D&G, GUCCI, CHANNEL, HERMES, LOUIS VUITTON, sampai pakaian yang tak bermerek pun terdapat di kampus fisip ini, Menurut mereka( para mahasiswa/I FISIP UAJY), penampilan yang baik akan membuat mereka nyaman, dan percaya diri untuk bersosialisasi, dan melatih mereka dalam dunia bekerja. Penampilan dalam berpakaian di FISIP UAJY menjadi ajang tersendiri bagi mereka. Ada seorang mahasiswi di FISIP UAJY yang sudah bekerja menjadi seorang model.
Dari pengamatan yang dilakukan, mahasiswi tersebut setiap kali datang ke kampus setiap hari pasti dengan gaya berpakaian yang berbeda – beda setiap harinya. Dalam seminggu, tidak ada baju dipakai dua kali, begitu juga pada minggu berikutnya. Bentuk tubuh yang baik, dan proposional tidak menjadi suatu permasalahan dalam mengenakan pakaian – pakaian tersebut. Jadi, pada intinya komunikasi non- verbal yang dilakukan adalah dengan komunikasi non verbal artifaktual.
SUMBER :
·         Mulyana, Deddy . 2008. Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar.  Bandung :  PT. Remaja Rosdakarya.
DISUSUN OLEH : ELLISABETH DEVI R
03925

Tidak ada komentar:

Posting Komentar